Minggu, 06 November 2011

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan

Jaringan pada tumbuhan terdiri atas
A. Jaringan Meristem
B. Jaringan Dewasa

A. Jaringan Meristem
Adalah jaringan yang masih aktif membelah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut
  • Sel memiliki bentuk yang sama, belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi
  • Umumnya berbentuk kubus
  • Dinding sel tipis
  • Protoplasma banyak
  • Vakuola kecil
  • Inti sel besar
  • Kloroplas belum masak, sehingga warnanya cenderung lebih muda

Derdasar letaknya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
  • Meristem apikal ( meristem pucuk )
  • Meristem lateral
  • Meristem interkalar
Keterangan
Meristem apikal misalnya jaringan yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang
Meristem lateral misalnya pada jaringan kambium gabus
Meristem interkalar adalah meristem yang terdapat diantara jaringan dewasa

Pada meristem apikal, terdapat promeristem yaitu calon jaringan meristem yang nantinya akan berkembang menjadi jaringan-jaringan yang lain/ Yaitu
  • Protoderma yang akan berkembang menjadi jaringan epidermis
  • Prokambium yang akan berkembang menjadi kambium, xilem dan floem
  • Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan parenkim, kolenkim dan sklerenkim

B. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi dan spesialisasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Biasanya bentuknya disesuaikan dengan fungsinya.
Jaringan dewasa terdiri atas
  1. Jaringan epidermis
  2. Jaringan pengangkut ( xilem dan floem )
  3. Jaringan penyokong/ penguat ( kolenkim dan sklerenkim )
  4. Jaringan pengisi/ parenkim
  5. Jaringan gabus/ feloderma ( felogen dan felem )
Jaringan dewasa yang menyusun organ daun


Jaringan Epidermis
  • Umumnya berbentuk pipih selapis, dilindungi kutikula atau lilin
  • Tidak berklorofil
  • Berfungsi melindungi jaringan dibawahnya
  • Beberapa mengalami modifikasi membentuk trikoma dan stomata (pada daun ) dan rambut akar (akar)
Jaringan Pengangkut
Terdiri atas xilem dan floem
Xilem
  • Berfungsi mengangkut air dan garam mineral dalam trensportasi intervasikuler
  • Elemen xilem terdiri dari unsur pembuluh
  • Sel-selnya memanjang, tersusun dari trakhea dan trakheid
  • trakhea dan trakheid merupakan sel mati yang tidak memiliki protoplasma dan hanya tersisa dinding selnya
  • Trakhea merupakan unsur terpenting pada sistem xilem angiospermae, dan tidak terdapat pada gymnospermae
Floem
  • Berfungsi menyalurkan zat-zat makanan hasil proses fotosintesis dari dau ke seluruh bagian tubuh tumbuhan
  • Elemen floem tersusun dari unsur-unsur tapis, sel pengiring dan serabut floem, sklereid dan parenkim floem
  • Parenkim floem berfungsi menyimpan cadangan makanan
Struktur xilem dan floem ( klik gambar untuk ukuran penuh )

Jaringan penguat/ Penyokong
Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim
Kolenkim
  • Kolenkim merupakan sel hidup dan bersifat parenkim
  • Beberapa mengandung kloroplas
  • Terdapat pada epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga dan ibu tulang daun
  • Dinding kolenkim mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa.
  • Dinding sel mengalami penebalan yang tidak merata

Sklerenkim
  • Terdiri dari sel-sel mati
  • Dinding sklerenkim sangat tebal, kuat dan mengandung lignin.
  • Dinding sel mengalami penebalan primer dan sekunder
  • Berdasar bentuknya, sklerenkim dikelompokkan menjadi dua yaitu sklereid ( sel batu ) dan serabut sklerenkim.
  • Sklerenkim terdapat pada batok kelapa, kulit buah kenari dan jarak, peer
Kolenkim dan sklerenkim ( klik gambar untuk ukuran penuh )

Jaringan Gabus ( Periderma )
  • Adalah jaringan pelindung yang dibentuk untuk menggantikan epidermis batang dan akar yang menebal akibat pertumbuhan sekunder
  • Terdapat pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae
  • Fungsi utamanya adalah sebagai pelindung tubuh dari kehilangan air
Struktur
Terdiri atas kambium gabus / felogen.
Felogen membentuk felem ( kearah luar ) dan feloderma ( ke arah dalam )



Add caption

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar